Pemkab Kukar Pastikan 143 Tenaga Outsourcing Disdamkarmatan Tetap Bertugas

img

Kepala BKPSDM Kukar, Rendra Abadi. (Kriz)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR :  Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memastikan keberlanjutan penugasan tenaga outsourcing pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar.

 

Sebanyak 143 personel disiapkan untuk tetap mendukung pelayanan pemadaman dan penyelamatan kepada masyarakat.

 

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar, Rendra Abadi mengatakan, pengecekan terhadap keberlanjutan tenaga outsourcing tersebut dilakukan atas arahan Bupati Kukar.

 

“Untuk outsourcing yang di Damkar, kemarin kami diminta Bapak Bupati untuk mengecek secara langsung terkait dengan outsourcing,” ujarnya saat ditemui di Gedung Serbaguna Kantor Bupati Kukar pada Jumat (18/9/2026).

 

Dari hasil pengecekan tersebut, ia memastikan dukungan anggaran bagi tenaga outsourcing Disdamkarmatan tersedia untuk keberlanjutan penugasan mereka hingga akhir tahun.

 

Ia menyebut jumlah personel yang masuk dalam penganggaran tersebut mencapai 143 orang.

 

“Itu totalnya untuk 143 orang,” sebutnya.

 

Terpisah, Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani menjelaskan, kontrak tenaga outsourcing sebelumnya berakhir pada Agustus 2026.

 

Kondisi tersebut bukan merupakan pemutusan kontrak, melainkan bagian dari proses penyesuaian administrasi dan penganggaran pada APBD Perubahan.

 

Ia mengatakan pihaknya telah menyampaikan kebutuhan anggaran tersebut kepada Bupati Kukar dan menindaklanjutinya melalui sejumlah tahapan administrasi bersama perangkat daerah terkait.

 

“Beliau sudah mendukung kita untuk segera menyelesaikan administrasi teman-teman ini. Sekarang sudah berjalan, berkas sudah masuk ke BPKAD,” kata dia.

 

Selama proses administrasi berlangsung, para personel tetap membantu pelaksanaan tugas di lapangan dengan status relawan.

 

Ia menyebut para personel memahami kondisi tersebut karena sebagian di antaranya telah memiliki pengalaman sebagai relawan sebelum bergabung dengan Disdamkarmatan.

 

Menurutnya, keberadaan tenaga outsourcing menjadi bagian penting dalam mendukung operasional pelayanan pemadaman dan penyelamatan.

 

Karena itu, pihaknya juga mengupayakan agar kebutuhan tenaga tersebut dapat direncanakan lebih baik pada tahun-tahun berikutnya.

 

“Kita mau memperbaiki tahun-tahun ke depan. Kita memohon dengan Pak Bupati, bagaimana caranya ada kebijakan pimpinan atas sehingga kita bisa berkontrak satu tahun penuh,” ujarnya.

 

Ia berharap pola penganggaran tersebut dapat memberikan kepastian yang lebih baik bagi personel sekaligus mendukung keberlangsungan pelayanan Disdamkarmatan kepada masyarakat.

 

Di tengah proses tersebut, ia mengapresiasi sikap para personel yang tetap memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tugas Disdamkarmatan.

 

Ia mengatakan para personel memahami kondisi yang sedang dihadapi dan tetap menjaga komunikasi dengan jajaran dinas.

 

Menurutnya, semangat kemanusiaan menjadi salah satu alasan kuat para personel tetap menjalankan tugas pemadaman dan penyelamatan.

 

Ia berharap jajaran Disdamkarmatan dan seluruh personel dapat terus menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas, terutama ketika masyarakat membutuhkan penanganan kebakaran maupun penyelamatan.

“Insya Allah dalam menghadapi situasi seperti ini kami saling menguatkan, saling mendukung, tidak saling melemahkan,” pungkasnya. (Adv/Kriz)